Minggu, 24 November 2013

ANGIN LALU

Dia bercerita padaku dengan air mata, pada nafasnya yang di ujung rongga. Wanita manis pendiam dan baik hati, yang di setiap sela obrolan adalah tarian senda gurau di balik awan.

"Aku mencintainya dalam diam, dia adalah pria yang kini masih dalam ingatanku, bayangan memori itu juga masih menempeli dinding-dinding hatiku. Aku hanya diam dan kelu di antara tawa ria anak sekolah menengah keatas. Aku mencuri pandangan dalam kubangan air mata, dalam rasa yang terpendam pekatnya darah. Jujur, aku menyayanginya, namun aku tidak berani mengatakannya pada polosku yang seolah menjerat lidah dan tenggorokanku. Dia pria yang kucintai dalam diam, meski kereleaanku adalah kekhawatiran mendalam. Demi Tuhan dia masih menghantui dalam hidupku, menorehkan kisah diari di sekujur hatiku". Ungkapnya setahun lalu padaku.

Aku hanya diam di antara gemerisik desakan awan, aku termenung pada tiap kalimat yang menjadi penyayat telingaku. Kata itu terungkap ketika mentari hadir dan memanggil senja. Sementara jiwaku menggelantung di tepian ranting, menyimak sejenak pantulan air mata di atas telaga tua.

Dia wanita yang ramah, yang merupakan tanda diam dan kesakitan yang teramat dalam: pada seraut senyum manisnya yang sederhana.


Hati ini cuma satu ,terlalu mudah rapuh tuk sebuah rasa yang diterima
sayangilah hati yang menyayangimu bukan sayang karena harta yang terlihat
milikilah hati yang tak ingin dibenci tapi jangan memiliki kemudian tuk disakiti

cintailah dia yang mencintaimu karena Tuhan
cintailah dia yang menerima segala kekuranganmu
bukan cinta karena nafsu
ataupun keinginan semata!!

tapi tak semudah itu berkata
tak semudah itu bicara
terlalu sulit mencarinya
terlalu sulit juga menemukannya...

jika Tuhan menghendaki
pastilah kita kan temui jalan
tuk dapatkan seseorang yang tepat di hati...

1 komentar:

  1. mampir jg gan di blog ane nih,lumayan buat nambah' uang jajan

    http://dian60.blogspot.com/

    BalasHapus