Selasa, 21 Oktober 2014

Rahasia Dibalik Surah Al Kautsar

Surah ini adalah surah yang paling pendek dalam Al Qur'an, hanya
mengandungi 3 ayat dan diturunkan di Makkah dan berasal
dari sungai di Syurga. Kolam sungai ini diperbuat dari pada
batu permata yang indah dan cantik.

Rasanya lebih manis dari pada madu, warnanya pula lebih putih

dari pada susu dan lebih wangi dari pada kasturi.

Surah ini disifatkan sebagai surah penghibur hati Nabi Muhammad

SAW, karena diturunkan ketika baginda bersedih atas kematian 2
orang yang dikasihinya, yaitu anak lelakinya Ibrahim dan bapak
saudaranya Abu Thalib.

Berbagai khasiat terkandung di dalam surah ini dan boleh kita

amalkan, diantaranya ialah :

1. Ketika hujan, bacalah surah ini dan berdo'a. Insya Allah, do'a kita dikabulkan oleh Allah SWT


2. Ketika kita kehausan dan tiada air, bacalah surah ini dan gosok

di leher. Insya Allah hilangkan rasa dahaga.

3. Ketika kita sering sakit mata, seperti berair, gatal, bengkak.

Sapukan air tawar yang sudah dibacakan surah ini sebanyak 10x
pada mata.

4. Ketika rumah dipercayai terkena sihir, bacalah surah ini

10x. Insya Allah, Allah SWT memberi ilham kepada kita dimana letaknya sihir itu.

5. Jika kita membaca surah ini 1.000x.

Insya Allah rezeki kita akan bertambah.

6. Jika kita rajin membaca surah ini. Insya Allah hati kita akan menjadi lembut dan khusyuk ketika menunaikan shalat.


7. Jika ada orang teraniaya dan terpenjara, bacalah surah ini

sebanyak 71x. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan bantuan kepadanya karena dia tidak bersalah tetapi dizhalimi.
Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia
akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah


Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari. Aamiin

Jumat, 13 Juni 2014

"TANDA-TANDA CINTA YANG TULUS"

Dia akan menerima masa lalumu dan tidak pernah mengungkitnya meskipun masa lalumu sangat hina dan memalukan, dia tetap
menghormatimu dan tidak pernah mengungkitnya meski
dalam keadaan marah
terhadapmu.

Jika kamu salah, dia akan 
menasehatimu dengan lembut dan berusaha tidak menyinggung perasaanmu.

Jika kamu menangis, dia akan sabar menunggumu untuk menghiburmu agar kembali tersenyum dan tidak lantas pergi
meninggalkanmu dalam
perasaan kecewa.

Dia tidak akan memaksa kamu untuk menjadi seperti yang dia
mau tapi dia akan menasehatimu dengan perlahan sehingga kamu
rela dan ikhlas menjadi yang dia mau tanpa dipaksa,pun dia terhadapmu.

Dia tidak ingin membuatmu resah,jika dia pergi kemanapun
dia berusaha untuk memberimu kabar meski kamu tidak menanyakannya.

Dia akan selalu perhatian
terhadapmu meski kamu kurang perhatian.
Dan tidak akan pernah
membuatmu merengek minta diperhatikan karena perhatiannya terhadapmu bagaikan lautan kasih sayang yang tidak akan pernah ada habisnya meski engkau mencoba untuk menguras semua kesabarannya.


Jatuh cinta itu untuk siapa pun.
Tapi untuk tetap setia....
Hanya untuk jiwa yang anggun dan berkelas..

Wanita yang baik bagi laki-laki yang baik, dan sebaliknya.
Maka janganlah memilih yang tidak sesuai bagimu.

Jodoh itu banyak pilihannya.
Pilih satu yang terbaik, jika sudah diberi - bahagiakanlah dia dan setialah..


Semoga ALLAH segera
mempertemukan kita dengan jodoh terbaik pilihanNYA yg shaleh/ shalehah serta mencintai kita dengan tulus &apa adanya..

Aamiin .....

Rabu, 11 Juni 2014

BEBERAPA AKHLAK MULIA SEORANG ISTRI KEPADA SUAMI

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM..

1. Menyikapi keburukan akhlak dan perangai suaminya dengan penuh kesabaran.

2. Tidak bahagia jika melihat suaminya sedih, dan tidak sedih ketika suaminya gembira.

3. Yang keluar dari mulutnya hanya kata-kata yang baik, sebagai pengamalan terhadap firman Allah SWT, “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (QS. Al-Baqarah [2]: 83)

4. Tidak membalas tindakan buruk suaminya dengan keburukan serupa, tetapi membalasnya dengan kebaikan, karena mengaharapkan pahala-Nya. Karena baginya, sesuatu yang di sisi Allah SWT lebih baik dan lebih abadi.

5. Bersegera mencari keridhaannya. Jika suaminya marah, dia tidak menunggu suaminya menyapa lebih dahulu, karena dia mengamalkan sabda Rasulullah SAW,

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْوَدُوْدُ الوَلُوْدُ الْعَئُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا, الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى.

“Dan istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga adalah yang penyayang, banyak melahirkan anak, dan segera kembali pada suaminya. Yaitu jika suaminya marah, dia mendatanginya dengan meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata,
“Saya tidak bisa tidur nyenyak sampai engkau ridha.”

Alangkah indahnya seorang wanita yang berakhlak baik, yang mengukur dunia dan seisinya dengan akhlaknya.

Alangkah indahnya seorang wanita lemah lembut dan tenang, yang patuh pada Tuhan dan suaminya.

Alangkah indahnya seorang wanita rendah hati, yang hatinya tidak tersentuh rasa sombong, ujub, dan pengkhianatan.

Alangkah indahnya seorang wanita rendah hati, yang memiliki suara lembut.

Alangkah indahnya seorang wanita yang selalu berbaik sangka terhadap suaminya.

Alangkah indahnya seorang wanita yang jika mendengar suatu perkataan dan perbuatan, akan miningkatkan rasa takutnya kepada Allah SWT.

"SUBHANALLAH"

Kamis, 05 Juni 2014

Pertanggungjawaban suami atas istrinya di akhirat

Hidup itu memang penuh dengan pemahaman yang berbeda-beda. Dulu aku pernah mengenal seorang laki-laki tidak mau memberi mas kawin peralatan sholat alasannya tidak mau menanggung beban kalau istrinya tidak sholat dia mempertanggungjawabkan itu semua.

Dari yang aku dengar ceramah dari seorang ustad, mau dengan mas kawin apa saja, seorang suami mempertanggungjawabkan semua perbuatan istrinya di akhirat. Bila kita memang ingin selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita, takut pada Allah, maka kita akan selalu hati-hati dalam bertindak.

Seorang istri bisa menjadikan suaminya masuk surga atau sebaliknya malah masuk neraka. Tapi hidup itu bukan sekedar takut pada surga neraka, kita mengharap ridho Allah, mendekatkan diri pada Allah, tahu Allah mengawasi kita, berusaha menjaga perilaku kita.

Seorang suami yang mempunyai istri melakukan maksiat, memang bagi yang benar-benar menjalankan ketentuan Allah, harus mengingatkan. Istri masih ndableg, pisah kamar. Lalu setelah itu disentil (atau pukul dengan siwak). Masih bandel juga, lepaskan, ceraikan. Memang bercerai adalah hal yang dibenci Allah, tapi bila istri bermaksiat dan sudah ditegur tidak mau menurut, lebih baik mengamputasi bagian tubuh yang sakit.

Tapi seorang istri mesti selalu menuruti suami, kecuali suami mengajak maksiat. Ridho Allah adalah ridho suami, selama suami memang mengajarkan kebaikan. Bila seorang suami bersikap kurang menyenangkan, selama tidak membuat istri sampai sakit karena pukulan atau depresi, istri mesti memperjuangkan untuk merawat suami dan mengingatkan ke jalan yang benar. Istri yang bisa mengajak suaminya untuk lebih beriman akan masuk surga lebih dulu daripada suami.

Beberapa lak-lakii telpon aku ngajak diskusi soal polygami (bahkan mau menjadikan aku istri ke-sekian). Bagi laki-laki yang benar-benar beriman dan takut pada Allah, akan berpikir panjaaaang sebelum melakukan polygami. Pertanggung jawaban pada satu istri saja sudah berat, masih mau nanggung pertanggung jawaban lagi. Di padang mahsyar laki-laki yang melakukan polygami dan tidak adil, jalannya miring, itu karena dosa dari mendzalimi pada salah satu istri.

Di Al Quran, sebetulnya lebih menyarankan laki-laki menikah satu saja. Tapi ada saja yang berusaha meyakinkan ke aku, dia pendukung polygami karena Al Qur'an mendukung polygami. Terserah pemahaman seperti itu, tapi bila ada orang yang mempermainkan ayat-ayat Al Qur'an, betapa berat pertanggung jawabannya di akhirat. Laki-laki yang di otaknya berangan-angan pengen punya istri banyak, kalo bosen dengan istri satunya bisa dengan istri yang lain, biasanya memang mengada-ada.

Gak sekali dua kali aku ditelponin laki-laki yang otaknya sibuk dengan kegelisahan pengen polygami. Katanya kalo darurat ya boleh nikah diam-diam, nikah siri, ngomong pada istri pertama nyusul. Kayaknya kepengen banget itu menyakitkan, udah gak bisa berpikir sehat, dan pemahaman ayat Qur'an dan hadits diambil sepotong-sepotong diterjemahkan semaunya untuk kepentingan sendiri.

Misalnya polygami katanya sunnah Rasul, emang mau nikah dengan janda tua dan miskin, dan disetujui istri pertama? Niat nikah polygami jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lagi bukan kepuasan sexual semata, tapi membantu yang sedang kesulitan. Biasalah orang kebanyakan mengejar kepuasan dunia. Tidak sanggup menjaga kemaluan dengan berangan-angan panjang. Hidup itu sebaiknya mengejar akhirat, dunia akan mengikuti. Laki-laki, sibukkan dengan beramal sholeh, bukan dengan berangan-angan kawin lagi.....

semoga bermanfaat ..
Amin,,,

Selasa, 03 Juni 2014

Waktu Paling Tepat Minum Air Putih dan Manfaatnya

Air putih memiliki peranan yang sangat penting, salah satunya sebagai penetralisir racun yang mengendap pada tubuh kita.Tapi tahukah Anda, ternyata ada waktu yang paling tepat minum air putih agar badan tetap fit dan fresh. Minum air putih akan sangat bermanfaat pada waktu-waktu berikut:

1. Setelah Bangun Tidur - Minumlah setidaknya 2 gel
as air putih saat baru bangun dari tidur, karena waktu ini bermanfaat untuk membantu organ-organ tubuh internal agar lebih aktif.

2. 30 Menit Sebelum Makan – Minumlah segelas air putih pada waktu ini karena dapat bermanfaat membantu pencernaan & ginjal bekerja lebih optimal.

3. 20-30 menit Setelah makan – Segelas air putih 20-30 menit setelah makan akan memperlancar proses pencernaan makanan.jika sobat setelah makan ingin minum air putih cukup satu sampai dua teguk dulu sebagai pernghilang rasa haus.

4. Sebelum Mandi – Minumlah segelas air putih karena bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah

5. Sebelum Tidur – Minumlah segelas air putih pada waktu ini karena sangat bermanfaat untuk menghindari stroke atau serangan jantung.

Di Akhirat Nanti ada 4 Golongan Lelaki yg akan Di Tarik Masuk ke Neraka oleh Wanita.

Di Akhirat Nanti ada 4 Golongan Lelaki yg akan Di Tarik Masuk ke Neraka oleh Wanita.
Lelaki itu adalah mereka yg tdk memberikan hak kpd Wanita yg tdk menjaga amanah itu.

1. AYAHNYA

Jika seseorang yg bergelar AYAH tdk memperdulikan anak perempuannya di dunia dia tdk memberikan segala keperluan agama seperti mengajarkan sholat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak perempuannya tdk menutup a
urat, tdk cukup hanya dgn memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan di tarik ke neraka oleh anaknya.

Duhai lelaki yg bergelar AYAH, bagaimanakah keadaan anak perempuan mu sekarang ? Apakah KAU mengajarkan Ilmu Pengetahuan Agama padanya ?

2. SUAMINYA

Apabila suami tdk mempedulikan tindak tanduk istrinya, bergaul bebas dan membiarkan istri berhias diri utk lelaki yg bukan muhrimnya. Walau pun suami orang yg alim, sholatnya rajin, shaumnya yg tak pernah bolong. Maka dia akan turut di tarik istrinya ke dalam Neraka.

Duhai lelaki yg bergelar SUAMI, bagaimanakah keadaan istri tercinta sekarang ?
Bagaimanakah akhlaknya ?

3. SAUDARA LELAKINYA

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga kehormatan wanita jatuh pada saudara lelakinya ( Kakak / Paman ) . Jika mereka hanya mementingkan keadaan keluarganya saja, sedangkan adik atau keponakannya di biarkan melenceng dari ajaran Islam. Maka tunggulah tarikan mereka di akhirat kelak.

Duhai LELAKI yg mempunyai saudara perempuan, jangan hanya KAU menjaga amal mu dan melupakan amanah yg lain, karna KAU jg akan pertanggung jawabkan di akhirat kelak.

4. ANAK LELAKINYA

Apabila seorang ANAK LAKI-LAKI tdk menasihati IBUNYA perihal kelakuan yg tdk di benarkan dalam ajaran agama Islam, bila sang Ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah atau menghujat. Maka anak itu akan di tanya dan di mintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Duhai ANAK LELAKI, sayangilah IBU mu, nasihatilah dia jika bersalah. Karna seorang Ibu jg hanya insan biasa yg tak lepas melakukan dosa . Selamatkanlah dia dari ancaman NERAKA jika tdk, KAU pun akan di tarik menjadi tmn di dalamnya.

Sungguh Allah SWT telah berfirman, " Wahai Nabi ! Katakanlah kpd istri-istri mu, anak-anak perempuan mu, dan istri-istri orang mukmin," Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." yg demikian itu agar mereka mudah di kenali , sehingga mereka tdk di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang. "
( QS.AL-AHZAB : 59 ).

Senin, 02 Juni 2014

Ikhlas Adalah Rahasia

Di sebalik kejayaan setiap amal manusia. Penyelamat hati manusia.Menuju kebahagian yang hakiki.
Ia adalah ilmu yang lain dari yang lain.
- Orang yang merasa telah mendapatkannya boleh jadi telah kehilangannya pada masa yang sama.
-  Orang yang mendakwa menguasainya dengan mahir bererti dia tidak dapat menguasainya.
- Orang yang mengaku mampu mengajarkannya adalah orang masih perlu belajar lagi tentangnya.
Nilai sebuah amal atau perbuatan ditentukan oleh seberapa tulus niat kita. Perbuatan yang dimaksudkan tentunya adalah yang termasuk ketaatan atau perkara yang dibolehkan dan bukan perkara-perkara yang dilarang. Tidak ada istilah ikhlas untuk perbuatan-perbuatan yang tergolong dalam kategori kemaksiatan.
Ketulusan niat hendaklah diukur sebelum, semasa dan selepas kita melaksanakan suatu amal. Kita semestinya perlu ikhlas pada ketiga-tiga tahap tersebut dan tidak hanya pada salah satunya.
PERTAMA : IKHLAS SEBELUM MELAKSANAKAN
Ia bererti kita berniat untuk melakukan suatu perbuatan demi Allah semata-mata dan bukan untuk memperolehi pujian, penghargaan ataupun balasan dari orang. Begitu juga ia bukan pula demi harta, jawatan ataupun kemasyhuran di khalayak ramai.
Ikhlas sebelum melaksanakan juga bererti berkehendak melakukan suatu perbuatan bukan kerana dorongan emosi negatif (seperti kemarahan) dari dalam diri atau kerana ingin memberi reaksi terhadap sesuatu situasi (seperti kerana di maki hamun).
KEDUA :  IKHLAS SEMASA MELAKSANAKAN
Ia bererti kita membaguskan perbuatan kita hanya kerana rasa ingatan kita kepada Allah bukan kerana ingatan kita kepada manusia kerana kita sentiasa merasa diawasi oleh Allah bukan kerana merasa sedang diamati oleh manusia.
Selain itu, ia juga bererti tidak melaksanakan sesuatu dengan sikap bermalasan-malasan dan tidak mudah menyerah kalah, panik atau putus asa ketika bertemu dengan kesulitan atau halangan.
Dalam masa yang sama, jiwa kita sentiasa stabil tanpa membayangkan bagaimana kita akan dinilai, dipuji atau dihormati ketika nanti menyempurnakan perbuatan tersebut ataupun sebaliknya iaitu merasa resah membayangkan anggapan orang-orang yang nantinya akan meremehkan diri kita.
KETIGA : IKHLAS SELEPAS MELAKSANAKAN
Ia bererti kita tetap mengingati Allah di saat kita disanjung ataupun dicela, tidak sombong ketika dipuji dan tidak kesal semasa dimaki.
Kita menisbahkan kemampuan melaksanakan sesuatu itu kepada Allah dan kita tidak mengharapkan kemampuan kita sendiri dan menyerahkan hasil perbuatan kita kepada Allah dan tidak memandang bahwa hasilnya mesti seperti harapan atau kemahuan kita.
Selain itu, ia juga memberi makna bahwa kita tidak mengharapkan balasan, pujian ataupun ucapan terima kasih di samping tidak mengungkit-ngungkit perbuatan yang telah lalu dan tidak mempamirkan atau menyombongkannya kepada orang lain dan tidak mmbanggakannya dalam hati serta tidak tersinggung walaupun tidak disebut-sebut oleh orang.
SYARAT PENERIMAAN AMAL
Amal yang kita lakukan akan diterima oleh Allah jika memenuhi dua syarat :

PERTAMA :
Amal itu mesti berdasarkan kepada keikhlasan dan niat yang suci hanya mengharap keridhaan Allah swt.

KEDUA :
Amal perbuatan yang kita lakukan itu mestilah sesuai dengan sunnah Nabi saw.

Syarat pertama menyangkut masalah batin. Niat ikhlas ertinya ketika melakukan amal perbuatan, batin kita mesti benar-benar bersih.

Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung kepada niatnya." (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits itu, maka diterima atau tidaknya oleh Allah swt suatu amal perbuatan yang kita lakukan sangat bergantung kepada niat kita.

Sedangkan syarat yang kedua, mesti sesuai dengan syariat Islam dan syarat ini menyangkut sudut zahiriah.

Nabi saw bersabda :

"Barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak pernah kami perintahkan, maka perbuatan itu ditolak." (HR Muslim)

Berkenaan dua syarat tersebut, Allah swt menerangkannya pada sejumlah ayat dalam Al Qur'an.

Di antaranya dua ayat berikut :

"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kukuh…." (QS Luqman : 22)

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan…." (QS An-Nisa : 125)

Yang dimaksudkan dengan "menyerahkan diri kepada Allah" dalam dua ayat di atas adalah : ‘Mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya kerana Allah semata-mata.’

Sedangkan yang yang dimaksud dengan "mengerjakan kebaikan" dalam ayat tersebut ialah :
‘Mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.’

Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surah Al-Mulk :

"Supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya."

Menurutnya, maksud "yang lebih baik amalnya" adalah amal yang berdasarkan keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw.

Seseorang bertanya kepadanya, "Apa yang dimaksudkan dengan amal yang ikhlas dan benar itu?"

Fudhail menjawab :

"Sesungguhnya amal yang berlandaskan keikhlasan tetapi tidak benar, tidak akan diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidak berlandaskan keikhlasan juga tidak diterima oleh Allah swt. Amal perbuatan itu hanya boleh diterima oleh Allah jika berlandaskan keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar.

Yang dimaksudkan dengan `ikhlas' adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata kerana Allah dan yang dimaksudkan dengan `benar' adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw."

Setelah itu Fudhail bin Iyadh membacakan surah Al-Kahfi ayat 110 :
"Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

Jadi, niat yang ikhlas semata-mata belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan oleh syariat.

Begitu juga dengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Allah swt.

LAPAN TANDA KEIKHLASAN

Ada lapan tanda-tanda keikhlasan yang boleh kita gunakan untuk menilai apakah perasaan ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita.

PERTAMA: KEIKHLASAN HADIR APABILA KITA TAKUT AKAN KEMASYHURAN (MENJADI TERKENAL)
Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata :

"Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jawatan. Seseorang boleh menahan diri dari makanan, minuman dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari tarikan-tarikan kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun perlu mensabotaj kawan atau lawan."

Oleh kerana itu, tidak hairanlah jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai kemasyhuran, jawatan, dan riya'.

Fudhail bin Iyadh berkata :

"Jika kamu mampu untuk tidak dikenali oleh orang lain, maka laksanakanlah. Kamu tidak rugi sekiranya kamu tidak terkenal. Kamu juga tidak rugi sekiranya kamu tidak disanjung oleh orang lain. Demikian pula, janganlah gusar jika kamu menjadi orang yang tercela di mata manusia, namun menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah."

Meskipun demikian, ucapan para ulama’ tersebut bukan untuk menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengharungi kehidupan, kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia.

Yang dilarang adalah :

a. Meminta nama kita dimasyhurkan atau dipopularkan.
b. Meminta jawatan.
c. Sikap rakus pada kedudukan.

Jika tanpa cita-cita dan tanpa meminta, diri kita menjadi terkenal, itu tidak mengapa meskipun itu boleh menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak bersedia menghadapinya.

KEDUA : KEIKHLASAN WUJUD KETIKA KITA MENGAKUI BAHWA DIRI KITA MEMPUNYAI BANYAK KEKURANGAN

Orang yang ikhlas sentiasa merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia merasa belum sepenuhnya dalam melaksanakan segala kewajiban yang ditaklifkan oleh Allah swt.

Oleh kerana itu, ia tidak pernah merasa `ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia merasa cemas jika apa-apa yang dilakukannya tidak diterima oleh Allah swt dan oleh sebab itulah ia kerap menangis.

Aisyah ra pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang maksud firman Allah :

"Dan orang-orang yang mengeluarkan rezeki yang dikurniakan kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka."

Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina dan para peminum minuman keras, sedangkan mereka takut akan siksa dan murka Allah `Azza wa jalla?

Rasulullah saw menjawab :

"Bukan, wahai Puteri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin solat, berpuasa dan sering bersedekah, sementara mereka khuatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam melaksanakan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlumba." (HR Ahmad)

KETIGA : KEIKHLASAN HADIR KETIKA KITA LEBIH CENDERUNG UNTUK MENYEMBUNYIKAN AMAL KEBAJIKAN

Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui oleh orang lain.
a.       Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup oleh tanah tapi menyokong kehidupan keseluruhan pohon tersebut.
b.      Ibarat rumah, mereka adalah tapak asas yang dipenuhi tanah namun menyokong keseluruhan bangunan rumah tersebut.
Suatu hari Sayyidina Umar bin Al Khatthab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu'az sedang menangis berhampiran makam Rasulullah saw.

Umar menegurnya :
"Mengapa kau menangis?"

Mu'az menjawab :
"Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw bahwa baginda bersabda :

"Riya' sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, taqwa serta tidak dikenali. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenali. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita." (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)

KEEMPAT: KEIKHLASAN WUJUD KETIKA KITA TIADA MASALAH DITEMPATKAN SEBAGAI PEMIMPIN ATAU PERAJURIT

Rasulullah saw melukiskan jenis orang seperti ini dengan bersabda :

"Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya. "

Itulah yang berlaku kepada diri Khalid bin Al Walid ketika Khalifah Umar bin Al Khatthab memberhentikannya dari jawatan panglima perang. Khalid tidak marah, kecewa mahupun sakit hati kerana jawatannya diturunkan, bahkan ia tetap turut berperang di bawah komandan barunya iaitu Abu Ubaidah Al Jarrah.

Ketika ramai orang menimbulkan provokasi dan menanyakan beliau tentang perkara itu, Khalid menjawab dengan tenangnya bahwa, "Aku berperang kerana Allah, bukan kerana Umar". Subhanallah betapa tingginya tahap keikhlasan Khalid Al Walid.

KELIMA : KEIKHLASAN WUJUD KETIKA KITA MENGUTAMAKAN KERIDHAAN ALLAH DARIPADA KERIDHAAN MANUSIA
Tidak sedikit manusia yang hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung namun tidak jarang juga ketika orang itu menggunakan kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt.

Di sinilah keikhlasan kita diuji samata :

Memilih keridhaan Allah swt ,atau  Memilih keridhaan manusia yang mendominasi diri kita?

Pilihan kita semestinya seperti pilihan Masyithah, tukang sikat anak Fir'aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada menyembah Fir'aun.

KEENAM : KEIKHLASAN WUJUD KETIKA KITA CINTA DAN MARAH KERANA ALLAH

Sesungguhnya kita dalam keadaan ikhlas ketika kita menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu kerana kecintaan kita kepada Allah dan keinginan membela agamaNya bukan untuk kepentingan peribadi kita.

Sebaliknya, Allah swt mencela orang yang berbuat bertentangan dengan sikap itu.

"Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembahagian) zakat. Jika mereka diberi sebahagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah." (QS At-Taubah : 58)

KETUJUH : KEIKHLASAN HADIR KETIKA KITA SABAR TERHADAP PANJANGNYA JALAN

Keikhlasan kita akan diuji oleh waktu. Sepanjang rentang waktu kehidupan kita adalah ujian.

Keteguhan kita untuk menegakkan kalimahNya di muka bumi meskipun kita tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesukaran sudah di depan mata, amat sangat diuji.

Hanya orang-orang yang mengharapkan keridhaan Allah yang mampu teguh menempuh jalan panjang ini seperti Nabi Nuh as yang giat berdakwah tanpa penat lelah selama 950 tahun.

Sepertimana Sayyidina Umar bin Al Khatthab yang berkata :

"Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku seorang di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku seorang di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku seorang di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!"

KELAPAN : KEIKHLASAN WUJUD KETIKA KITA MERASA GEMBIRA JIKA KAWAN KITA MEMILIKI KELEBIHAN

Yang paling sukar adalah menerima orang lain yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kita. Lebih-lebih lagi jika orang itu lebih muda dari kita. Itulah sifat hasad dengki yang menutup keikhlasan dari hadir di relung hati kita.

Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mahu memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bahagian dari tanggungjawab yang dipikulnya.

Tanpa merasa apa-apa beban, ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tidak ada rasa irihati dan tiada rasa dendam. Jika ia seorang pemimpin, maka ia tiada segan-segan membahagikan tugas kepada sesiapapun yang dianggapnya mempunyai kemampuan.

Kita mesti banyak belajar tentang keikhlasan dan sebaik baik contoh keikhlasan adalah meneladani Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Ada sebuah ungkapan yang menarik :

"Tentera hadapanmu adalah keikhlasan".

Ungkapan ini sangat tepat kerana memang keikhlasan adalah pengawal hadapan kita untuk menghadapi segala rintangan di jalan Allah. Keikhlasan membuatkan kita tidak kenal penat lelah dan tidak kenal berhenti dalam beramal kerana tujuan kita hanya satu, iaitu Allah swt.

Cuba kita perhatikan kembali ‘catatan amal’ kita dan kita perbetulkan lintasan hati atau getaran hati yang dapat menggugurkan nilai amal kita.

Mungkin kita pernah berfikir tentang kejayaan kita, kemudian berucap :

"Itu kerana kehebatan saya, apa jadinya tanpa diri saya?"

Bukankah ungkapan sedemikian senada dengan Fira'un yang menjadikan dirinya sombong hingga berani mengikrarkan dirinya sebagai tuhan atau juga kisah Qarun yang ditenggelamkan oleh Allah kerana merasa kehebatan dirinya dalam mengumpulkan harta kekayaannya.

"Kecewa!", Ya, kita sering kecewa jika tujuan kita menyimpang kepada yang sifatnya duniawi, maka ketika tujuan itu tidak tercapai, kita akan mudah kecewa dan berbalik ke belakang.

Bila sesuatu amal dibangunkan lantaran mengharapkan apa-apa yang ada pada manusia berupa :

1. Penghormatan.
2. Penghargaan.
3. Pengakuan kewujudan diri.
4. Kemasyhuran.
5. Jawatan.
6. Pengikut.
7. Pujian.

Maka hakikatnya, kita telah berubah menjadi hamba manusia, bukan lagi hamba Allah swt. Sekali lagi, kita mesti banyak belajar dan berlatih untuk mewujudkan keikhlasan dalam amal kita.

Selayaknya kita bangunkan prestasi amal kita kerana Allah swt semata-mata kerana amal yang dibangunkan selain keranaNya hanya akan meninggalkan buih-buih amal yang membuatkan kita kecewa di kemudian hari, Wal Iyazubillah.
Inilah sifat ikhlas yang di awalnya kita buat tanpa mengharapkan balasan kemudiannya kita pertingkatkan ke tahap yang lebih mendalam iaitu ikhlas tanpa batas yakni ikhlas dalam segala hal dan dalam segala perbuatan.
Ia adalah suatu ikhlas yang menjadi kesan dari tauhid iaitu ikhlas sebagai pemurnian hati dari segala syirik samada :
a.       Dari syirik besar hingga syirik yang sekecil-kecilnya.
b.      Dari syirik yang nyata hingga syirik yang samar-samar.
Akhir sekali hakikat keikhlasan yang sebenar akan membawa kepada kefahaman bahwa orang yang ikhlas :
1.      Hanyalah bergantung kepada Allah.
2.      Tidak menjadikan amalannya sebagai sandaran kemajuan kerohaniannya.
3.      Hanyalah mendambakan wajah Allah.
4.      Tidak menjadikan syurga sebagai pemacu semangat beramalnya.
Ya Allah, tiupkanlah perasaan ikhlas dalam hati dan jiwa kami sehingga ianya tetap kekal bersarang di dalam setiap amal yang kami lakukan. Sesungguhnya kami hanya mengharapkan segala amal kami diterima olehMu. Jauhkanlah diri kami dari mengharapkan sesuatu dari makhlukMu kerana sesungguhnya setiap makhlukMu adalah lemah dan hanya bergantung kepada kekuatan dan kekuasaan dariMu.

Ameen Ya Rabbal Alameen

Minggu, 01 Juni 2014

Sabda Rasulullah SAW

Sabda Rasulullah SAW :
1. "Dinikahi wanita kerana empat perkara, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikkannya dan karena agamanya. Maka carilah yg kuat beragama, niscaya kamu beruntung.”
2. "Salah satu tanda keberkahan wanita itu ialah pernikahannya, cepat kehamilannya dan ringan pula maharnya”.
3. “Wanita yg taat akan suaminya, semua burung-burung di udara, ikan di air, malaikat di langit, matahari dan bulan semuanya beristighfar baginya selama ia masih taat pada suaminya dan diridhaiNya.”
4. "wanita yg taat pada suaminya akan tertutup tujuh pintu neraka dan akan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana saja pintu yg disukainya, tanpa hisab”
5. “Apabila wanita yang bermuka masam menyebabkan tersinggung suaminya, maka wanita itu dimurkai Allah sehingga ia bermuka manis dan tersenyum mesra pada suaminya”.

Ada 2 ciri wanita yg tidak dapat mencium bau Surga; 
1) Wanita yg durhaka kpd Ibunya
2) Wanita yg durhaka kpd Suaminya,
Wanita solehah merupakan penentram batin menjadi penguat semangat berjuang suami semangat ibadah suami. Suami yakin tak akan dikhianati kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu kalau berbicara tutur kata menentramkan batin tak ada keraguan terhadap sikapnya. Pada prinsip wanita solehah adl wanita yg taat pada Allah taat pada Rasul. Kecantikan tak menjadikan fitnah pada orang lain.(Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym)
Rasulullah SAW bersadba “Kebanyakkan isi neraka itu adalah wanita dan kayu api”.
1. Karena kebanyakan perempuan itu tidak sabar dalam menghadapi kesusahan, kesakitan dan cobaan seperti kesakitan melahirkan anak, mendidik anak anak dan melayani suami dan melakukan kerja rumah.
2. Tiada memuji ataupun berterima kasih (bersyukur) atas kemurahan Allah yg didatangkan melalui suaminya (jarang seorang wanita yang mau mengucapkan terima kasih atas pemberian suaminya)

Rasulullah pernah bersabda :

“ Perhatikanlah bagaimana sikapmu terhadapnya, sebab dia bisa menjadi (jalan menuju) syurgamu dan nerakamu” (HR. Ahmad dan Hakim)
Sabda Rasulullah SAW “Barang siapa seorang wanita yg memakai minyak wangi kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki sehingga mereka mencium bau harumnya, maka dia adalah wanita penzina dan tiap-tiap mata yang memandangnya itu adalah zina

Kamis, 29 Mei 2014

'' Perbedaan Antara Cinta Dan Nafsu"...

-Cinta itu membahagiakan, Nafsu itu membahayakan
Cinta yang sebenarnya selalu menunjukkan jalan atau arah
menuju kebahagiaan bagi orang-orang yang menjalaninya. 

Seorang pecinta yang sudah menemukan dan memahami makna cinta sejati
dalam dirinya akan berada pada kondisi yang membahagiakan.
Sebaliknya, orang-orang yang terkecoh dengan nafsu dan menganggap 

nafsu adalah cinta akan berada dalam kondisi yang membahayakan. 
Kita tidak bisa memungkiri, di mana ada kebaikan, di situlah setan
menggoda manusia agar terjerumus ke dalam keburukan.
Cinta dan nafsu seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Cinta
adalah sisi positif, nafsu adalah sisi negatif dan uang itu adalah hubungan.
Seseorang yang mencintai pasangannya dengan sebenar-benarnya ,

cinta akan mengarahkan hubungannya menuju kebahagiaan sejati
dengan cara menjaga dan menyayangi pasangannya.

Tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti.
Lain halnya dengan orang-orang yang menjalin hubungan dengan landasan nafsu,
mereka akan membawa hubungannya kearah kebahagiaan
yang semu dan hanya berorientasi pada fisik, dalam hal ini sex. 

Yang justru akan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan.
- Cinta bikin kita ketawa, Nafsu bikin kita kecewa Kalau diibaratkan hubungan seperti sawah, 

maka cinta adalah padi dan nafsu adalah rumput liar.
Nah, ketika ketika seseorang menanam padi (cinta) di sawah (hubungan) maka secara otomatis akan tumbuh juga rumput liiar (nafsu).

Kalau orang itu sudah mengetahui dan memahami apa itu padi (apa itu cinta), 
maka dia akan segera memangkas rumput liar itu (nafsu) yang tumbuh disawahnya (hubungan).
Ketika tiba masa panen, orang ini akan menuai hasil sawahnya (hubungan) yang ditanami padi
(cinta) itu tadi berupa buah padi (kebahagiaan). 

Lain dengan orang-orang yang terkecoh yang menyangka rumput liar (nafsu) sebagai padi (cinta). 
Mereka akan memelihara rumput liar (nafsu) dan tanaman padinya (cinta) akan mati. 
Pada saat panen, tentu yang mereka dapat hanyalah sekarung
rumput liar (nafsu) yang tidak enak dimakan (kekecewaan).
-Cinta selalu ingin memberi, Nafsu hanya ingin diberi
Saya rasa maksud dari poin ketiga ini sudah jelas. 

Cinta adalah memberi. Ketika seseorang menjalin hubungan atas dasar
cinta maka hal pertama yang dilakukannya adalah memberikan yang terbaik kepada pasangannya, 

bukan ingin diberi.
Logikanya, kalau kita dan pasangan sama-sama ingin memberi (kita ingin memberi
kepada pasangan dan pasangan ingin memberi kepada kita) secara
otomatis keduanya akan menerima.

Tapi kalau kita dan pasangannya inginnya diberi (pasangan ingin diberi dan kita juga ingin diberi)
lalu siapa yang akan memberi..? Pada akhirnya
yang terjadi justru tidak ada yang akan diberi karena tidak ada yang ingin memberi.
-Cinta ingin menyayangi, Nafsu ingin menggerayangi
Bagaimana cara kamu memperlakukan pasanganmu?
Dan bagaimana cara pasanganmu memperlakukan kamu?
Ini adalah cara termudah untuk membedakan mana cinta, mana nafsu..?
Landasan seseorang dalam menjalin hubungan akan sangat
menentukan pada bagaimana cara orang tersebut memperlakukan pasangannya.

Orang yang menjalin hubungan dengan landasan cinta akan senantiasa 
memperlakukan pasangannya dengan cara-cara yang baik.
Menjaga, menyayangi, memperhatikan dan selalu memberikan yang terbaik.
Sebaliknya orang orang yang menjalin hubungan karena nafsu
cenderung memperlakukan pasangan ke arah fisik. 

Setiap kali bertemu, inginnya menciumi dandiciumi, 
setiap kali berdua inginnya dipeluk dan memeluk,
digerayangi dan menggerayangi, dan yang lebih parah lagi kalau sampai kearah hubungan sex.
-Cinta yang terbaik, Nafsu yang terbalik
Cinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, 

berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan dan selalu
memperlakukan pasangan dengan cara-cara yang baik. 

Bagaimana dengan nafsu..? Sebaliknya, nafsu selalu ingin diberi dan cenderung
memperlakukan pasangan ke arah yang menyesatkan.
-DAN  NAFSU mengukur wanita itu cantik atas dasar rupanya..
AKAL menilai wanita itu cantik atas dasar kepintarannya..
HATI menobatkan wanita itu cantik atas dasar keteguhan imannya..
-KECANTIKAN seorang Wanita tidak akan berarti apa-apa, tanpa disertai Akhlak serta Perilaku yang Mulia..
KARENA Cantik yang sebenarnya bukanlah tercermin dari wajahnya..
AKAN tetapi tercermin dari sejauh mana seorang Wanita bisa menjaga dan memuliakan dirinya..

Jumat, 16 Mei 2014

4 KRITERIA WANITA DIJAMIN MASUK SURGA MELALUI PINTU MANAPUN

Wahai Wanita, masuklah ke dalam SYURGA melalui pintu manapun yg kau suka
inilah kriterianya :
1. Mentaati Allah dan Rasul Nya
Dengan ketaatannya itulah sebagai aset terbesar baginya untuk meraih ganjaran tertinggi sebagai buah dari ilmu dan iman-nya. Yaitu surga yang pe-nuh dengan kenikmatan, dia kekal didalamnya se-lama-lamanya. Allah Swt. berfirman:
(Hukum-hukum ter-sebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah.

"Barang-siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah me-masukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar" (Qs. An Nisaa’, 4: 13)

Firman Allah lagi:
“Dan barangsiapa yang men-taati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sa-ma dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qs. An Nisaa’, 4: 69)

Abu Hurairah ra ber-kata, Rasulullah Saw ber-sabda: “Semua ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan (tidak mau). Pa-ra sahabat bertanya: Siapa-kah yang enggan itu wahai Rasulullah?
Beliau men-jawab: Barang siapa yang ta’at kepadaku (mengikuti Sunnahku), dialah yang akan masuk surga, dan barang siapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari)
Maka demikian pula seorang wanita atau isteri, dia akan masuk surga dengan menaati Allah dan Rasul-Nya dengan se-benar-benarnya.

2. Mentaati Suami
Ketaatan kepada suaminya merupakan pintu keselamatan baginya untuk meraih kenikmatan yang kekal dan abadi di surga. Rasulullah Saw bersabda:“Jika seorang isteri itu telah
menunaikan shalat lima waktu, dan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, dan men-jaga kemaluannya dari yang haram serta taat kepada suaminya, maka akan di-persilakan: masuklah ke surga dari pintu mana saja kamu suka.” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasa-nya Asma datang kepada Nabi dan berkata: Sesungguhnya aku adalah utusan dari kaum wanita Muslim, semua mereka berkata dan berpendapat sebagaimana aku Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki dan wanita, kami telah beriman kepadamu dan mengikutimu, (namun) ka-mi kaum wanita merasa dibatasi dan dibelenggu. Padahal kamilah yang menunggu rumah mereka, tempat menyalurkan nafsu mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, sedang mereka dilebihkan dengan sholat berjamaah, menyaksikan jenazah dan berjihad di jalan Allah.

Dan apabila mereka ke luar berjihad, kamilah yang menjaga harta me-reka dan kamilah yang me-melihara anak-anak me-reka, maka apakah kami tidak mendapatkan bagian pahala mereka wahai Rasulullah? Maka berpalinglah Rasulullah ke-pada para sahabatnya dan bertanya:
Apakah tadi kamu sudah mendengar pertanyaan sebaik itu dari seorang perempuan tentang agamanya?
Mereka menjawab: Ya, Demi Allah wahai Rasulullah, kemu-dian beliau bersabda: Pergilah engkau wahai Asma dan beritahukanlah kepada wanita-wanita yang mengutusmu bahwa layanan baik salah seorang kamu kepada suaminya, meminta keridhaannya dan menuruti kemauannya menyamai (pahala) amal-an laki-laki yang engkau sebutkan tadi. Maka Asma pun pergi sambil bertahlil dan bertakbir karena gembiranya dengan apa yang diucapkan Rasulullah ke-padanya. (Al Istii’aab, Ibnu ‘Abd al Bar)

Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, wakil wanita ber-kata: “Wahai Rasulullah, saya wakil dari kaum wanita untuk berjumpa denganmu. Sesungguhnya jihad hanya diwajibkan atas kaum laki-laki saja, sekiranya mereka menang mereka memperoleh pahala dan sekiranya mereka terbunuh, maka mereka senantiasa hidup dan diberi rizki di sisi Rabb mereka. Sedangkan kami golongan wanita menjalankan tugas (berkhidmat) untuk mereka, maka adakah bagian kami dari yang tersebut? Maka Rasulullah menjawab, Sam-paikanlah kepada siapa saja dari kaum wanita yang eng-kau temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak sua-mi adalah menyamai yang demikian itu, dan amat sedikitlah di antara kamu yang mampu melaksana-kannya.” (HR al Bazzar)

3. Melayani Suami dengan Sepenuh Hati

Sebagian isteri sangat taat kepada suaminya, tapi kurang pandai melayani suami dengan sebaik-baik-nya. Maka jika taat kepada suami dan pandai me-layaninya, hal itu merupa-kan kemuliaan tersendiri yang mengangkat derajat-nya meraih keselamatan di dunia dan akhirat.
Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tiap-tiap isteri yang mati diridhai oleh suaminya, maka ia akan masuk surga.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Abi Aufa ia berkata, Mu’adz di-utus ke Yaman atau Syam dan dia melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pem-besar dan kepada pendeta-pendetanya. Maka beliau berkata dalam hatinya sesungguhnya Rasulullah lebih layak untuk di-agungkan (daripada me-reka). Maka tatkala ia datang kepada Rasulullah ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pembesar dan kepada pendeta-pendetanya, dan aku berkata dalam hatiku sesungguhnya engkaulah yang lebih layak untuk diagungkan (daripada mereka)

Lalu beliau bersabda: Andaikata aku boleh memerintahkan seseorang bersujud kepada seseorang, maka sung-guh akan kuperintahkan isteri bersujud kepada suami-nya dan seorang isteri belum dikatakan menunaikan kewajibannya terhadap Allah sehingga menunaikan kewajibannya terhadap suami seluruhnya, sehingga andai-kan (suaminya) memerlukannya sedang sang istri sedang berada diatas Unta (kendaraan), sungguh ia tidak boleh menolaknya. (HR Ahmad)

4. Menjaga Kehormatan Diri

Ciri keempat inilah yang merupakan kunci dari keshalihan seorang isteri yang berada di bawah pengawasan suaminya yang shalih. Lelaki yang memiliki isteri dengan ka-rakteristik seperti ini ber-arti telah memiliki harta simpanan yang terbaik.

Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau ber-sabda: “Tidak ada yang paling bermanfaat bagi se-orang (lelaki) Mukmin se-su-dah bertaqwa kepada Allah daripada memiliki isteri yang shalihah, yaitu jika ia di-perintah ia taat, jika ia dipan-dang menye-nangkan hati, dan jika ia digilir ia tetap ber-buat baik, dan jika ia diting-galkan (suaminya) ia tetap menjaga suaminya dalam hal dirinya dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah)

Dari Ibn Abbas ra Rasulullah Saw bersabda: “Ada empat perkara siapa yang memilikinya berarti mendapat kebaikan di dunia dan akhirat, yaitu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir, tubuh yang bersabar ketika ditimpa bala bencana (musibah) dan isteri yang ti-dak menjerumuskan suami-nya dan merusakkan harta bendanya.” (HR Thabrani dengan isnad Jayyid).

Wanita paling baik ada-lah wanita (isteri) yang apabila engkau meman-dangnya menggembirakan-mu, apabila engkau menyu-ruhnya dia pun menaati, dan apabila engkau pergi dia juga memelihara dirinya dan menjaga hartamu. (HR Abu Dawud. Derajat hadits oleh al Hakim dinyatakan shahih).

Semoga para akhwat mampu memiliki karakter tersebut sehingga melayak-kannya mendapat pahala yang telah dijanjikan Allah Swt. Mereka menjadi par-tner dalam perjuangan fi sabilillah, dan menjadi pendamping setia dikala suka dan duka bersama suami yang dicintainya.

Wallahualam Bissawab

Diambil dari Beberapa sumber

"Aku Bukanlah Ustad"
"Bukan Pula Ulama"
"AKu hanyalah Hamba Allah yang tengah berusaha
Menjadi Hamba-NYA yang baik"

Kamis, 15 Mei 2014

Siapa sih yang tidak mendambakan pasangan yang baik? Semua pasti menginginkannya .

Siapa sih yang tidak mendambakan pasangan yang baik? Semua pasti menginginkannya .

Lalu bagaimanakah solusi untuk mendapatkannya?

1. Mulailah menjadikan diri sendiri menjadi orang yang baik. Yang beriman dan bertakwa. Santun bertutur kata serta berakhlak mulia.Ingatlah Firman-Nya, bahwa yang baik untuk yang baik pula. Begitu juga sebaliknya.

2. Perbanyaklah berkumpul serta bergaul dengan orang baik. Dari sini kita punya banyak kesempatan dan peluang untuk bertemu dengan pasangan yang baik.

3. Sempatkanlah untuk menghadiri Majelis Ta'lim (bisa di pengajian). Dari sini juga bukan suatu hal yang mustahil kita bisa dipertemukan dengan pasangan yang baik.

4. Kita bisa minta bantuan orang lain yang kita anggap sebagai panutan ummat yang tidak diragukan lagi nilai ketakwaan serta amanahnya.

5. Selalu berdoa dalam setiap bersujud kepada-Nya. Meminta serta memohon agar dipertemukan dengan jodoh yang kita idam-idamkan.

Perlu diingat,
Urusan jodoh adalah keputusan-Nya.
Urusan jodoh adalah ketetapan-Nya.

Tapi ada satu hal juga yang mesti kita perhatikan,
Walau jodoh adalah taqdir-Nya,
Kita tetap harus berusaha dengan cara-cara yang baik untuk mendapatkannya.

Bukankah Allah tak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubah nasibnya sendiri?

Semoga bermanfaat dan dipraktekkan sehingga kita dipertemukan dengan pasangan yang Sholeh / Sholehah.

Wallahu A'lam bishawab ..


Selasa, 13 Mei 2014

“Tuhan,Ampuni Dosa Dosa Kami”

Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan, harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang begitu padat rutinitas, sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal untuk menghadap-Mu.

Tuhan, kami sangat sibuk, jangankan berjemaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith, jangankan puasa Nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kali terlupa.

Tuhan, maafkan kami, kekayaan kami belumlah seberapa, kami masih perlu banyak menabung, sehingga kami tidak bisa menyisihkan sebagian rezeki dari-Mu untuk memperjuangkan agama-Mu.

Tuhan, maafkan kami, kami tak sempat bersyukur. Jiwa kami begitu rakus. Kami tak kunjung puas dengan nikmat-Mu, sehingga kami kesulitan mencari-cari mana karunia-Mu yang layak kami syukuri.

Tuhan, maaf, kami orang-orang sibuk. Bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. Kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu.

Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud,


menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu. Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.

Tuhan maaf, kami terlalu sibuk. Padahal Engkau memerintahkan kami berwudhu untuk membasuh wajah kami yang telah penat memikirkan dunia. Padahal Engkau meminta kami bertakbir ketika jiwa kami terasa letih menggapai cita. Padahal Engkau perintahkan kami bersujud untuk meregangkan pundak kami yang telah letih memikul amanah.

Tuhan, maaf, selama ini kami terlalu sibuk. Kami terlalu sombong kepada-Mu, seolah kami tak membutuhkan-Mu. Mohon cahayai hati kami, guyur jiwa kami dengan hidayah-Mu. Agar jiwa ini tawadhu’ di hadapan-Mu. Agar jiwa kami ikhlas menuruti tuntunan-Mu. Agar diri ini tegar di saat yang lain terlempar. Agar jiwa ini teguh di saat yang lain runtuh.

Tuhan, maaf, selama ini kami merasa sok sibuk. Padahal Engkaulah Yang Maha Sibuk. Kami sering kali telat menghadapmu, padahal Engkau tak pernah sekali pun telat member kami makan dan minum setiap hari. Kami sering kali lupa menunaikan kewajibanku pada-Mu, padahal Engkau tak pernah lupa menerbitkan mentari di pagi hari. Kami sering kali lalai mengingat-Mu, padahal Engkau tak pernah sekali pun lalai mempergilirkan siang dan malam. Setiap saat keburukan kami naik disampaikan para malaikat pada-Mu, sementara kebaikkan-Mu setiap detik tercurah kepada kami.

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur…” (QS. Al-Baqarah:255).

:: Berbuatlah Kebaikan Walau Tidak Disukai ::

Tatkala kita telah berbuat baik namun masih dibenci orang itu hal biasa..
Karena tidak semua orang memiliki prinsip yang sama..

Demikian pula bila tanpa sebab orang lain mendzalimi kita padahal kita tidak pernah mengusik kehidupannya, itu pertanda kehidupan kita lebih menarik daripada kehidupannya..
Maka bersyukurlah dan do'akan semoga dia diberi hidayah agar hidup kita dan hidupnya tenang..

Kita mungkin tak mampu mengharapkan orang lain agar menjaga hati untuk tidak melukai, namun kita bisa mengambil hikmah darinya agar kita tidak terluka untuk kedua kali..

Sebenarnya tidak sulit untuk berbuat kebaikan, yang sulit itu adalah perangai yang menyusahkan orang karena tidak senang menyaksikan orang lain bahagia..
Orang yang seperti ini disadari atau tidak batin dan jiwanya tentu tersiksa, siangnya terhina dan malamnya pun merana..

Jika kita renungkan, sesungguhnya tugas kita di dunia ini bukan untuk membuat semua orang senang, namun untuk melaksanakan perintah Allah guna meraih keRidhaan-Nya..

Tetaplah berbuat baik walau orang lain tidak suka..
yang terpenting Allah Ridha dan bermanfaat bagi sesama..
Prinsip ini harus kita pegang agar tidak surut dalam kebaikan..

Sungguh...
rasa SAKIT membuatmu lebih KUAT..
rasa TAKUT membuatmu lebih BERANI..
dan rasa KECEWA membuatmu lebih BIJAKSANA..
Maka bersabarlah, Allah bersama orang-orang yang sabar dalam kebaikan..

InsyaAllah..

Aamiin Ya Rabbal'alamiin

Kamis, 08 Mei 2014

RIDHO SUAMI ADALAH SURGA BAGIMU WAHAI PARA ISTRI................

Dalam islam memang begitulah aturannya. Ketaatan seorang perempuan ketika belum menikah memang nomer satu kepada orang tua. Tapi begitu menikah, ketaatan nomer satu adalah pada suaminya.
Untuk menambahkan sebuah alasan yang bisa dijadikan sebuah renungan untuk para istri tentang mengapa ridho seorang suami itu adalah surga untuk kalian para istri, berikut ini ada beberapa catatan:

Untuk Para Istri: Inilah Mengapa Ridho Suami Adalah Surga Bagimu

Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia meningkat dewasa, dia telah memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya untuk seumur hidup. Bahkan sering pula rasa cintanya terhadapmu melebihi rasa cintanya kepada ibunya sendiri.

Suami dibesarkan sebagai pria yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya sampai dia meningkat dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad untuk menanggung nafkahmu. Seorang perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan darah seperti ayah dan ibunya.

Suami rela menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anak dan dirimu. Padahal di sisi ALLAH SWT, engkau lebih dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri karena dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik darinya di sisi ALLAH SWT.

Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau seringkali mengadukan masalahmu ke dia dengan harapan dia mampu memberikan solusi. Padahal disaat kamu sedang mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar, namun tetap saja masalahmu di utamakan ketimbang masalah yang dihadapi olehnya.

Suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau terkadang hanya mampu memahami bahasa lisannya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Bila engkau melakukan dosa, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia bertanggung jawab akan maksiat yang telah engkau lakukan. Namun bila dia berbuat dosa, engkau tidak akan pernah dituntut ke neraka. Karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Seorang pria bertanggung jawab 4 orang wanita dalam hidupnya yaitu ibunya, kakak / adik perempuannya, istrinya dan anak perempuannya.

Dan seorang wanita memiliki 4 orang yang bertanggung jawab atas dirinya yaitu ayahnya, abang / adik lelakinya, suami dan anaknya.

Tidak perlu sering mempertanyakan siapa yang lebih besar kewajiban dan tanggung jawabnya karena masing-masing punya tangunggj awab yang telah dipertanggung jawabkan kepada diri masing-masing. Sebaliknya tanya diri sendiri apakah sudah menjalankan kewajiban tersebut atau belum.

Semoga bermanfaat..........

Selasa, 06 Mei 2014

KEPEDIHAN CINTA

Saat rindu menghinggapi Sisi ruang dihati ini..
Hati yang telah lelah untuk mncintai...
Hati yang semakin lama smakin membeku Karna bosan menantimu..


Dengan tertatih-tatih Menahan sakit teramat dalam...
Namun ku harus bertahan...
Tak mudah beranjak pergi Sebab hidup tak berakhir disini..

Ku coba melupakanmu..
Ku kan melepasmu..
Menghapusmu dari hatiku...
Mengubur semua perasaan terhadapmu..
Namun ku tak ikut mati bersama rasa itu...

Dan Saat jarak memisahkan, satu yang harus kau ketahui. Akan aku jaga cinta ini untukmu.
Bersandarlah di pundaku sampai kau merasakan kenyamanan, karena sudah keharusan bagiku untuk memberikanmu rasa nyaman.
Air mata merupakan satu-satunya cara bagimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang membuatmu terluka.

Karna rasa cintalah cemburu lahir.
Karena rasa sayanglah curiga selalu membayangi takut terbagi dan kehilangan,

Dalam cinta kasih adalah suatu yang pasti mengiringi dalam perjalanan cinta setiap insan,.
Semua hanya disikapi denga kepercayaan dan keyakinan.
Namun andai keprcayaan itu dikhianati dg dusta ..
Maka pintarkanlah diri kita untuk menepis semua rasa ... Yang membelenggu diri dalam sakit.

Cinta adalah anugrah
namun ... Kebahagiaan dan kesehatan serta ketenangan hati adalah keberkahan dan rizki yang harus kita jaga.
Jaga hati kita jangan mau terus tersakiti dan disakiti dengan dusta dan sandiwara yang mengatasnamakan cinta.