Kakek berkata, “Hargai istrimu sebagaimana kamu menghargai
ibumu. Berlakulah adil ke kedua belah pihak sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.”
Kakek berkata, “Jika marah boleh tidak memberi uang, boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan membentak dan memukul istrimu.”
Kakek berkata, “Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi
rumah akan tampak seperti neraka. Tidak ada canda tawa,manja, dan perhatian. Maka
sayangi istrimu agar dia bahagia.Dengan begitu engkau akan merasa seperti di surga.”
Kakek berkata, “Besar kecilnya gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang
dengan kasih sayang.”
Kakek berkata, “Dua orang tinggal di bawah 1 atap (menikah) tidak
perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah, karena hidup
suami istri bukan untuk
bertanding melainkan teman hidup selamanya.”
Kakek berkata, “Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu.
Mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang,bukan apa adanya seperti istrimu.
Saat kamu menemukan masa sulit,maka wanita tersebut pun meninggalkanmu atau punya pria idaman lain dibelakangmu.”
Kakek berkata, “Banyak istri yang baik. Tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya (mencintai mereka bukan materi). Mereka
akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan
biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, Sebab
itu akan sulit sekali untuk
kembali.”
Nasehat Nenek Untuk Menjadi Istri yang Baik
Nenek berkata, “Pada waktu marah jangan bertengkar, boleh
tidak bicara, tidak mencucikan baju dia tapi jangan bertengkar
dengan dia.”
Nenek berkata, “Bertengkar dengan suami jangan dipublikasikan, dia mendekatimu selangkah maka kamu memerlukan 2 langkah.”
Nenek berkata, “Rumah adalah wilayah kekuasaan wanita,
janganlah pergi meninggalkannya
apapun yang terjadi, karena jalan untuk kembali sangatlah sulit.”
Nenek berkata, “Dua orang hidup dalam satu rumah jangan selalu
memikirkan gengsi, 2 orang menjalani hidup gengsi sangat pentingkah? Kalau begitu
bagaimana hidup di luar?”
Nenek berkata, “Tidak perduli seberapa kaya seorang laki-laki,
dia masih berharap melihat istri yang rapi dan bersih, di dalam
rumah yang bersih dan rapi menunggu dia pulang.”
Nenek berkata, “Suami yang baik banyak, dia tidak pergi memeluk
wanita lain. Tapi masyarakat sosial sekarang banyak wanita
yang nakal yang akan
mengulurkan tangan untuk memeluk suamimu.”
Nenek berkata, “Istri harus pergi keluar bekerja, tidak perduli uang yang dihasilkan banyak atau sedikit, bekerja adalah bentuk
dari penghargaan diri sendiri.
Kamu selamanya di rumah, maka akan membuat suami mempunyai kesempatan berkata di depanmu
bahwa dialah yang
memeliharamu.”
Nenek berkata, “Kamu bekerja di luar, urusan rumah seberapa
sibukpun harus dikerjakan, atau
jika tidak sewa seseorang untuk mengerjakannya. Pekerjaan rumah harus dikerjakan baik-baik,
anak juga harus dididik dengan baik
Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar